Mengasuh dengan Cinta
Tuesday, 01 May 2012 09:06    PDF Print E-mail
Belum lama ini, bangsa  kita kedatangan  tamu seorang gadis luar biasa. Ia Berasal dari Korea selatan. Namanya Hee Ah Lee (22). Di kedua telapak tangannya hanya ada 4 jari. Dua jari di kanan, dua jari di kiri. Gadis istimewa ini menderita lobster claw syndrome. Kakinya pun hanya sampai lutut. Bukan Hanya itu, gadis ini juga menderita keterbelakangan mental. Ketika ia terlahir, semua keluarga besarnya menjauh. Hanya sang Ibu yang tak hanya menyurutkan kasih sayang dan cintanya pada Ah Lee.

Apa yang istimewa dari Hee Ah Lee? Dalam usia muda ia sudah menjadi pianis hebat kelas dunia. Konsisten dengan arti namanya “sukacita yang terus tumbuh”, Lee tetap bersukacita dengan segala keterbatasannya hingga menjadi pianis TOP. Anak seoarang perawat ini telah mengeluarkan album bertitle “Heeah – a pianist with four finger.” Ia juga sudah melakukan konser di berbagai negara : Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Kanada, China, Singapura dan tentu saja Indonesia. Lee yang selalu didampingi ibunya ini juga telah diangkat sebagai warga kehormatan Seoul.

Sebagian besar dari  kita pasti memilki anak yang lebih sehat dan normal dibandingkan Hee Ah Lee. Mestinya prestasi yang diraih putra-putri kita tak boleh kalah dengan gadis korea itu. Itu hanya bisa terjadi jika si buah hati memperoleh perhatian sepenuh cinta.

Dengan mendidik anak sepenuh cinta setidaknya kita sudah melakukan 5 hal : Pertama, membantu anak menemukan kekuatan dalam dirinya. Kedua, menunjukkan apa yang mampu ia raih. Ketiga, Turut membangun kepercayaan dirinya. Keempat, memberikan dukungan dan semangat. Kelima, menjadi orang yang dipercaya karena selalu ada ketika ia membutuhkan.

Setiap anak terlahir dengan kelebihannya masing-masing. Setiap anak unik. Kita harus membantu mereka  menemukan keunikan yang ada dalam dirinya. Keunikan itu bukan tak mungkin menjelma menjadi sebuah kekuatannya. Ibunda Hee Ah Lee, tentu tahu berbagai keterbatasan dan kekurangan yang dimilki anaknya. Tapi ia bisa melihat ada satu kelibihan yang dimiliki anknya, yakni kesukaannya main piano. Kelebihan itulah yang kemudian terus diasah. Dia mendatangkan guru piano sesuai kebutuhan anaknya. Lima guru piano yang berbeda pernah mendampingi Ah Lee.

Dengan kelebiahan yang dimilkinya, anak akan mampu meraih banyak hal. Tunjukan apa-apa yang mampu ia raih dan gapai. Selain itu hadapkan bergbagai pilihan dan gambaran tentang masa depan kepadanya. Sebagai orang tua kita harus mampu menunjukan berbagai alternatif  yang mampu anak raih dalam perjalanan hidupnya.

Kepercayaan diri anak kita juga dapat tumbuh luar biasa jika kita memberinya kepercayaan disertai tanggung jawab sesuai dengan tingkatan usianya. Lalu memberi pujian jika ia berhasil melakukan sesuatu meskipun tampak sepele dimata kita . Jangan lupa, jangan pernah mencela jika ia “gagal” melakukan sesuatu. Sebagai orang tua, kita tak boleh memberikan banyak larangan dan batasan karena ini akan menghambat kepercayaan dirinya. Biarkan saja anak kita berkreasi seluas-luasnya selama tidak melanggar norma-norma dari sang Maha Tahu.

Hee Ah Lee pernah mogok tidak mau berlatih piano. Ia merasa tidak mampu memainkan piano dengan baik. Namun sang ibu terus mendampinginya dengan penuh kesabaran. Sang Ibu tetap mengajak ia bicara walau mungkin Hee Ah Lee tidak mengerti apa yang dimaksud ibunya. Ibunya tak ingin si buah hati frustasi dan patah semangat. Ibunda Hee Ah Lee menunjukan cintannya dengan tulus, salahsatunya dengan terus menerus membangun kepercayaan diri Hee Ah Lee.

Disarikan dari Buku Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia, Karya Jamil Azzaini

 

Add comment


Security code
Refresh