| Ubah Slogan Jadi Tindakan | ||||
|
|
Penulis : Sulaiman Budiman Langkah pertama yang telah berhasil dilewati memberikan dorongan semangat, motivasi, dan kepercayaan diri kepada penulis untuk mengayunkan langkah kedua dan langkah-langkah berikutnya. Hambatan, ketakutan, dan keraguan seringkali hanya ada dalam persepsi dan diciptakan oleh kita sendiri. Semuanya itu akan sirna dengan sendirinya ketika kita mulai melangkahkan kaki untuk bertindak dan menghadapinya. Buku “Ubah Slogan Jadi Tindakan” adalah wujud konkrit dari pernyataan emas Lao Tzu tersebut. Buku ini berisi kumpulan Golden Word atau Slogan Emas dari para filsuf dan tokoh-tokoh ternama yang dikemas dengan cerita-cerita inspiratif yang berasal dari pengalaman pribadi dan dari hasil pertemuan penulis dengan banyak guru di “Universitas Kehidupan.” Dalam bab pendahuluan penulis mengutip slogan emas dari Napoleon Hill yang mengatakan “Hargailah visi dan impian Anda, karena mereka adalah anak-anak dari jiwa Anda, dan rancangan dari keberhasilan utama Anda.” Kata-kata motivasi ini menjadi lebih berbunyi ketika dirangkai dengan cerita pribadi penulis yang bertutur tentang perjuangan hidupnya yang diawali dengan sebuah impian untuk meraih kehidupan yang lebih baik demi orang-orang yang dicintainya. Mulai dari seorang penjual sayur, menjadi pramuniaga toko buku, hingga menjadi seorang trainer dan penulis buku. Akhirnya dengan pakaian yang basah kuyup , laki-laki setengah baya itu menemukan juga sebuah bengkel yang pintunya masih tertutup rapat, dan ia terpaksa harus menunggu hingga si pemiliknya datang. Beberapa tahun kemudian setelah kejadian itu, si bapak melihat kejadian yang sama ketika ia tengah melintas di jalan yang sama dengan kejadiannya waktu itu. Dari kejauhan ia melihat seorang anak muda yang tengah mendorong-dorong sepeda motornya, tiba-tiba muncul ide di benaknya untuk melakukan sesuatu kepada anak muda yang tengah mengalami kesulitan itu. Kemudian ia menepikan mobilnya untuk menolong anak muda itu. Tapi tiba-tiba muncul keraguan dalam benaknya. “Apakah saya harus menolong orang yang tidak saya kenal? “ Maka ia pun kembali memacu kendaraannya meninggalkan anak muda itu yang tampak semakin mengecil dari balik kaca spion. Namun setelah beberapa meter ia berjalan, perasaannya tidak tenang. Terjadi pergulatan antara pikiran jahat dan pikiran baik yang sama-sama memiliki argumen. Akhirnya maksud baik yang menang. Si bapak memutuskan untuk berhenti dan menunggu anak muda itu dari kejauhan. Tetapi apa yang terjadi ketika anak muda itu sudah mendekat? Ternyata di detik-detik terakhir pikiran jahat kembali menyabot dan ia sekali lagi membiarkan anak muda itu melewati mobilnya. Hal ini terjadi hingga tiga kali sampai akhirnya si bapak benar-benar berhasil memenangkan pertarungan dengan dirinya sendiri. Anak muda yang tengah mendorong sepeda motor itu terheran-heran ketika si bapak mempersilahkan anak muda itu menaikkan motornya yang mogok ke dalam mobil kijangnya untuk diantar ke bengkel terdekat. Hal ini membuktikan bahwa tidak mudah untuk berbuat baik. Selalu ada perlawanan dari dalam diri kita sendiri seperti seorang guru bijak pernah mengingatkan, “Menaklukkan orang lain membutuhkan kekuatan, menaklukkan diri sendiri membutuhkan kesadaran.”
Hal ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua untuk tidak terus melihat kekurangan dan menuntut kepada anak-anak kita, tetapi kita mesti belajar menerima mereka apa adanya dan juga belajar untuk mencintai dan menyayangi mereka, siapapun dia dan bagaimanapun kelakuannya. Kisah-kisah menarik lainnya akan Anda temui dalam buku ini yang mengingatkan kita semua untuk selalu menetapkan tujuan, bersyukur kepada Tuhan, menyelaraskan kata-kata dan tindakan, dan melakukan cara-cara yang berbeda untuk mencapai perubahan dalam hidup ini. Seperti yang selalu diingatkan oleh Albert Einstein, “Hanya orang gila yang mengharapkan hasil yang berbeda dengan cara yang sama.”
|



SAATNYA UNTUK MELAKUKAN TINDAKAN





