| "Ah...Teori......" | ||||
|
Salah satu aktivitas yang paling saya senangi adalah berwisata kuliner, karena selain memuaskan rasa penasaran dan kelaparan saya, juga bisa mengamati keunikan usaha yang ada. kota Surabaya dikenal salah satu “surganya” kuliner (itu mungkin yang nyebabin usaha diet saya tidak pernah “sukses”, he3x nyari kambing hitam).
Salah satunya yang paling unik adalah soto lamongan “cak Har”. Soto lamongan yang biasanya berkuah kuning bening , dimodif dengan sentuhan santan yang menambah gurih rasanya. Pertama kali “diseruput” kuahnya, gurihnya langsung terasa dengan taburan koya (campuran khas soto lamongan) yang diambil sesuai request (sepuasnya) terasa “maknyoss” (lebih sekedar dari maknyuss, he3x). Jangan nanya bagaimana ramainya, wuihh ramai banget apalagi pass jam-jam sarapan, makan siang plus makan malam dijamin bakal sulit nyari tempat duduk plus tempat parkir. Semua kalangan ada disana, dari yang sudah berumur (tua bangeet), yang muda sampai yang belum punya umur (calon bayi yang dibawa ibunya yang lagi hamil) ada, kendaraan mulai dari yang jalan kaki, sepeda sampai mobil dengan harga diatas 500 jutaan berjejer rapi. Cuman yang paling menarik dari soto cak Har ini, hampir semua teori “marketing” terbantahkan disini. Teori kenyamanan misalkan, Jangan pernah membayangkan ruangan yang nyaman dengan AC sejuk plus kursi empuk apalagi pakai wifi (katanya om jin, mimpi...). Kalau makan disana dijamin banjir tissu untuk ngelap keringatt karena hawanya panas bangett ditambah kuah soto yang hott, keringat pasti bakal keluar bahkan kadang nggak sengaja netes dimangkok (nambah gurih katanya, he3x). Apalagi teori pelayanan yang excellent, nggak bakalan deh nemuin pelayan yang datang dan nyambut pas kita masuk, kalau nggak pesen langsung didepan “andogan” jualan sotonya pasti bakal capek deh nunggunya. Ternyata resep “ramai”nya cak har ada di resep inovatifnya dan produk yang selalu dijaga selama belasan tahun, yap... cak har sudah menjalankan usaha soto ini belasan tahun dan tidak pernah berpindah kelain usaha bahkan sampai taraf “cinta mati”. Dan tentunya promosi gratis mulut kemulut para pelanggannya yang puas (termasuk yang saya tulis ini, he3x). Sekali lagi dibuktikan “ketekunan disertai mencintai untuk melakukan suatu usaha, berhasil memecahkan “mitos” teori yang ada”.
Makan ikan awas kena duri Paling enak dimasak gulai Buka usaha memang perlu belajar teori Tapi dijamin sia-sia kalau usahanya tidak segera dimulai
asNando Danu Happyprenuer
|



Salah satu aktivitas yang paling saya senangi adalah berwisata kuliner, karena selain memuaskan rasa penasaran dan kelaparan saya, juga bisa mengamati keunikan usaha yang ada. kota Surabaya dikenal salah satu “surganya” kuliner (itu mungkin yang nyebabin usaha diet saya tidak pernah “sukses”, he3x nyari kambing hitam).







Comments
RSS feed for comments to this post