Manusia bodoh dan manusia pintar
Monday, 21 May 2012 06:12    PDF Print E-mail
Suci_LestariLagi...suamiku selalu memberikan tausiyah yang selalu ingin kutuangkan dalam blog trainerlaris.com ini. Kali ini suamiku mengangkat tema yang memberikan gambaran masyarakat kita saat ini yang selalu senang berdebat dan tak jarang berakhir dengan gontok-gontokkan. By the way, karena saya guru dan memandang semua murid pintar (mempunyai kelebihannya masing-masing) kok ya saya tidak tega nulis judul "Murid bodoh dan murid pintar" (hehehe ga penting yak). Ups, kebanyakan prolog, yuk marii disimak hehehe


Di suatu padepokan di Tiongkok
pernah hidup seorang Guru yang sangat dihormati karena tegas & jujur. Suatu hari, dua murid menghadap Guru. Mereka bertengkar hebat & nyaris beradu fisik. Keduanya berdebat
tentang hitungan 3x7.

Murid pandai mengatakan hasilnya 21,sementara Murid bodoh bersikukuh
mengatakan hasilnya 27. Murid bodoh menantang murid pandai untuk meminta Guru sebagai Jurinya untuk mengetahui siapa yg benar di antara mereka,sambil si bodoh mengatakan "Jika saya yang benar 3 x 7 = 27 maka
engkau harus mau di cambuk 10 kali
oleh Guru, tetapi kalau kamu yg benar (3 x 7 = 21 ) maka saya bersedia untuk memenggal kepala saya sendiri ha ha ha .....". Demikian si bodoh menantang dgn sangat yakin akan pendapatnya..
"Katakan Guru, mana yang benar ?" tanya murid bodoh. Ternyata Guru memvonis cambuk 10x. Murid yang pandai (yang menjawab 21). Si murid pandai protes . Sang Guru menjawab,
"Hukuman ini bukan untuk hasil hitunganmu, tapi untuk KETIDAK ARIFAN-mu yang mau-maunya berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalo 3x7 adalah 21!!"
Guru melanjutkan : lebih baik melihatmu dicambuk dan menjadi ARIF
daripada harus melihat 1 nyawa terbuang sia-sia !

Pesan yang kudapat adalah Jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tak berguna, berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yg memulai perdebatan,sebab dengan sadar kita membuang waktu & energi untuk hal yang tidak perlu.

Bukankah kita sering mengalaminya? Bisa terjadi dengan pasangan hidup,
tetangga, kolega..

Berdebat atau bertengkar untuk hal
yang tidak ada gunanya hanya akan menguras energi percuma. Ada saatnya diam bagi kita untuk menghindari perdebatan atau pertengkaran yg sia-sia. Diam bukan berarti kalah, bukan ?
Memang bukan hal yang mudah,
tapi janganlah sekali-kali berdebat dengan orang bodoh

Salam sukses mulia

Suci Lestari

 

Add comment


Security code
Refresh